Wisata homestay menawarkan pengalaman hidup yang otentik

By Jonathan Kearney
3 jam yang lalu
Photo of Wisata homestay menawarkan pengalaman hidup yang otentik

Para pengunjung Maladewa akan berkesempatan untuk merasakan budaya dan tradisi setempat berkat diluncurkannya program pariwisata homestay.

Inisiatif ini, yang akan diluncurkan pada tahun baru, bertujuan untuk mendorong lebih banyak pariwisata domestik serta menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan internasional.

Pulau Dhiggaru, yang merupakan bagian dari Atol Meemu, rencananya akan memperkenalkan pariwisata homestay mulai 1 Januari 2022.

Dewan lokal berencana menyediakan kapasitas 30 tempat tidur yang tersebar di berbagai rumah di pulau tersebut, menawarkan pengalaman otentik tentang kehidupan di negara kepulauan ini.

Dengan populasi 1.375 jiwa, pulau ini sebagian besar bergantung pada industri perikanan daripada pariwisata.

Pulau Dhiggaru tidak memiliki penginapan apa pun, sehingga peluncuran pariwisata homestay akan sepenuhnya mengubah penawaran wisata yang ada.

Pemerintah bermaksud untuk mengubah citra pulau ini di kancah internasional menjadi ‘Pulau Rihaakuru’, sesuai dengan nama hidangan ikan yang terkenal di kalangan masyarakat setempat.

Rihaakuru adalah saus kental berbahan dasar ikan tuna. Hidangan ini merupakan hidangan tradisional Maladewa dan menjadi favorit masyarakat setempat.

Pemerintah berencana untuk mengangkat tradisi perikanan pulau ini saat mempromosikannya sebagai destinasi wisata dan ingin mempromosikan hidangan ikan lokal sebagai bagian dari inisiatif tersebut.

Menteri Pariwisata Dr. Abdulla Mausoom mengatakan bahwa persiapan sedang dilakukan untuk memperkenalkan Pulau Dhiggaru ke pasar internasional sebagai pulau homestay pertama di Maladewa.

Pengenalan homestay ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam perkembangan pariwisata Maladewa.

Menyusul diperkenalkannya penginapan pertama di negara ini pada tahun 2010, homestay menjadi pilihan lain bagi wisatawan domestik, wisatawan dengan anggaran terbatas, dan mereka yang ingin merasakan kehidupan pulau yang otentik.

Sejak resor pertama dibuka pada tahun 1972, pariwisata telah berkembang pesat dan kini menjadi bagian yang signifikan dari PDB Maladewa.

Pengenalan pariwisata homestay akan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat di Pulau Dhiggaru, dengan membuka potensi sumber pendapatan baru. Inisiatif homestay ini juga akan memperluas penawaran wisata di Maladewa, alih-alih hanya berfokus pada resor mewah.

Pulau-pulau berpenghuni lainnya kemungkinan akan memperkenalkan pariwisata homestay menyusul peluncurannya di Pulau Dhiggaru pada awal tahun depan.

Editor's Picks

Pengalaman di Maladewa